Melalui Ramadhan Mengaji Kita Wujudkan Bebas Buta Huruf al-Qur\'an

Kegiatan Pesantren Kilat yang dikemas dalam bentuk Ramadhan mengaji, kegiatan ini berorentasi pada penuntasan buta huruf Baca Al-Qur’an dikalangan Siswa, secara umum kemampuan siswa dalam membaca Al-Qur’an terbagi menjadi 4 level. Level pertama siswa lancar membaca Al-Qur’an dengan tajwid yang sempurna, level kedua siswa lancar membaca Al-Qur’an namun Tajwid belum sempurna, level ketiga siswa terbata-bata membaca Al-Qur’an dan Level keempat Siswa tidak mampu sama sekali membaca Al-Qur’an.
Pada level yang keempat merupakan realitas yang tidak bisa dipungkiri bahwa masih ada siswa yang tidak mampu mebaca al-Qur’an, Hal tersebut menjadi konsentarsi utama dalam kegiatan ini untuk dituntaskan dan menjadi tantangan tersendiri bagi guru Pendidikan Agama Islam untuk mewujudkan Bebas buta Baca Al-Qur’an.
Untuk mewujudkan bebas buta Baca AlQur’an maka belajar membaca Al-Qur'an harus menggunakan metode yang tepat. Oleh karena itu, metode yang digunakan dalam membaca Al-Qur'an ini harus dapat mencapai tujuan yang telah dirancang. Upaya kami dalam menggukan metode yang tepat dalam membimbing siswa yaitu dengan menyesuaikan kondisi psikis siswa yang hendak dibimbing agar materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Salah satu metode membaca Al-Qur'an yang kami gunakan dalam kegiatan Ramadhan mengaji tahun ini yaitu Metode Iqra'.
Metode iqra’ adalah metode membaca Al-Qur’an dengan cepat melalui pendekatan CBSA, privat dan asistensi. CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif) artinya siswa aktif sedangkan guru hanya menyimak bacaan murid kecuali hanya sekedar memberikan contoh pokok pelajaran saja. Privat, artinya guru menyimak seseorang demi seseorang. Asistensi, artinya setiap siswa yang lebih tinggi tingkatan pelajarannya membantu siswa yang lain yang bacaannya lebih dibawah melalui tutor sebaya. Adapun buku panduan iqra terdiri dari 6 Jilid dimulai dari tingkat yang sederhana, sampai pada tingkatan yang sempurna.
Selain aspek-aspek pembelajaran yang telah disebutkan di atas, metode Iqro juga menekankan pada praktik penggunaan Al Qur’an dalam kehidupan sehari-hari, seperti saat bangun tidur, menjelang tidur, atau sebelum memulai belajar. Dengan demikian, kecintaan dan keterampilan dalam membaca Al Qur’an dapat terbentuk secara alami dan tidak terlepas dari rutinitas sehari-hari. Tidak dapat dipungkiri, metode Iqro telah membuktikan diri sebagai salah satu metode pembelajaran Al Qur’an yang efektif dan populer. Pendekatan santai dan menyenangkan dalam belajar melalui Iqro telah mengubah persepsi banyak orang terkait kesulitan belajar Al Qur’an. Selain itu, pencapaian siswa dalam memahami dan menghafal Al Qur’an juga meningkat secara signifikan.
Kami UPT SMA Negeri 11 Takalar berkomitmen untuk menuntaskan Buta Huruf baca Al-Qur’an dengan gerakan Pembinaan berkesinambungan, Ramadhan Mengaji yang waktunya terbatas tentu saja tidak sepenuhnya menjawab problematika tersebut, olehnya itu tindak lanjut Ramadhan mengaji akan terus kami follow up di luar bulan suci Ramadhan, dan semoga segala ikhtiar dan do’a kitadiridhohi Allah SWT. AMIIN






Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Ekskul PIK-R SMAN 11 Takalar Aktifkan Gerakan Peduli Orang Tua Asuh untuk Cegah Stunting
- Kelas XII IPA 2 Tunjukkan Dominasi, Juara Umum Porseni SMAN 11 Takalar 2025
- Sanggar Seni Anrongta SMAN 11 Takalar Gelar Pentas Seni “Bintang Muda Berkarya 2025”
- OSIS SMAN 11 Takalar Ikuti Jambore OSIS 2025, dan Pelantikan Ketua dan Wakil Ketua OSIS Se-Sulsel
- Gerakan Peduli Banjir Sumatra, PMR 05 SMAN 11 Takalar Gelar Aksi Penggalangan Dana
Kembali ke Atas






















